Peduli dengan Dunia Pasca Kampus, HMTC adakan Seminar IT Preneur vs Employee

Employee vs ITPreneur

Setelah mahasiswa lulus kuliah, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mau ke mana ia setelah lulus. Biasanya ada dua pilihan yang dihadapi oleh para fresh graduate ini. Apakah ia akan bekerja menjadi pegawai di sebuah perusahaan, atau ia akan menjajaki dunia kewirausahaan atau entrepreneurship. Untuk membantu mahasiswa dalam mengambil pilihan tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Computer-Informatika (HMTC) ITS mengadakan talkshow dengan mengangkat tema Employee VS ITPreneneur, Sabtu (12/4/2014).

Acara yang digelar di Aula Jurusan Teknik Informatika ITS ini mendatangkan dua narasumber yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Yang pertama Pak M. Djuliawan, Manajer Bidang Downstream Relationship, kemudian narasumber selanjutnya adalah Pak Taufshwara Diasriandaru atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ufan, founder sekaligus CEO jelasin.com.

Dalam sambutannya di awal acara, ketua panitia Ardhya Putra menyampaikan bahwa talkshow ini tidak bertujuan untuk saling mengadu antara dua profesi yakni antara menjadi pegawai dan menjadi ITpreneur atau pengusaha, tetapi acara ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada peserta tentang bagaimana menentukan langkah selanjutnya setelah lulus dari kuliah. Karena pada dasarnya, semua profesi sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan serta tidak ada yang lepas dari resiko.

“Tetapi (profesi) apa pun yang Anda pilih, pastikan itu adalah yang terbaik untuk diri Anda dan pastikan itu adalah yang terbaik untuk Indonesia,” ucap Ardhya mengakhiri sambutannya dengan diiringi tepuk tangan peserta yang memenuhi aula.

Selama acara berlangsung, tidak jarang kedua narasumber memotivasi peserta yang seluruhnya berstatus mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Baik untuk menjadi seorang pegawai maupun untuk menjadi seorang ITpreneur.

“Belajar itu jangan jadikan beban, tapi jadikan kebutuhan” Ujar mantan IT Manager Pertamina Jawa Timur ini.

Senada dengan Pak Djuliawan, Pak Ufan juga tidak ketinggalan memacu semangat mahasiswa agar tidak takut salah dalam proses belajar dan mengembangkan diri.

“Masa muda itu masa untuk belajar salah,” tuturnya.

Talkshow yang diadakan atas kerja sama dari Departemen Pengembangan Profesi (Pengpro) dan Departemen Kewirausahaan dan Minat Bakat (KMB) HMTC ITS ini tidak hanya membahas profesi yang digeluti oleh dua narasumber tadi. Talkshow ini juga membahas berbagai hal dalam tiga sesi yakni kondisi kekinian Indonesia, peran mahasiswa Indonesia, dan langkah lanjut pasca kampus. Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai dua profesi itu saja, tetapi mampu melihat dalam skala yang luas.

Misal dalam sesi pembahasan kondisi kekinian Indonesia, sempat disinggung mengenai kesiapan Indonesia menghadapi persaingan global, terutama menjelang AEC 2015 nanti. Menanggapi isu tersebut, Pak Djuliawan mengatakan selain penguasaan akademik, penguasaan di bidang teknis juga tidak boleh dilupakan. Contohnya penguasaan bahasa asing dan sertifikasi. Karena di dunia internasional, kompetensi diukur tidak hanya dari gelar akademik tetapi juga sertifikasi-sertifikasi yang menunjukkan kualitas seseorang dalam hal teknis di suatu bidang tertentu.

Pak Ufan menambahkan, jika ingin bersaing di tingkat global maka jangan merasa rendah diri karena SDM Indonesia pun tidak kalah dengan SDM asing. Terakhir, Alumni DKV ITS ini memotivasi kita agar memiliki visi yang targetnya berskala internasional, karena jika tidak maka kita tidak akan terdorong untuk mampu bersaing di kancah dunia.

DSCF3974

Selain mendapatkan ilmu peserta juga mendapatkan berbagai hadiah menarik dalam pembagian Doorprize yang mengakhiri acara talkshow ini. Melihat antusiasme peserta dari awal hingga akhir acara, Ardhya selaku ketua panitia mengaku puas dengan berakhirnya talkshow tersebut. Selain itu, kedua narasumber pun turut mengapresiasi acara talkshow ini.

“Kegiatan yang positif sekali, semoga talkshow ini bisa dikembangkan untuk bidang-bidang yang lain,” ujar Pak Djuliawan kepada reporter Medfo HMTC saat diwawancara setelah acara berakhir. (rgn/adh)

Share