Bagaimana Kita Bisa Percaya Diri Bersaing di Dunia Internasional?

DSCF3931

Sesi tanya jawab di seminar Employee VS ITpreneur yang diadakan Himpunan Mahasiswa Teknik Computer-Informatika (HMTC) ITS, Sabtu(12/4/2014), berlangsung interaktif. Peserta seminar yang memenuhi Aula Teknik Informatika ITS terlihat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber. Salah satunya Adhi (19) yang bertanya bagaimana bangsa Indonesia ini bisa percaya diri mengahadapi persaingan internasional, terutama menjelang AEC 2015 nanti.

Pak Djuliawan, Manajer Bidang Downstream Relationship Pertamina menjelaskan untuk bisa percaya diri mengahadapi persaingan berskala global ini kita sebagai bangsa Indonesia khususnya mahasiswa harus mempersiapkan diri kita dengan baik. Diantaranya mempersiapkan dan selalu mengembangkan kemampuan kita. Selain itu, penguasaan di bidang teknis juga tidak boleh dilupakan. Mantan IT Manager Pertamina Jawa Timur ini mencontohkan diantaranya penguasaan dalam bahasa Inggris dan sertifikasi. Karena dalam dunia internasional, kompetensi yang diukur tidak hanya dari gelar akademik tetapi juga sertifikasi-sertifikasi yang menunjukkan kualitas seseorang dalam hal teknis di suatu bidang tertentu.

Senada dengan Pak Djuliawan, Pak Ufan menambahkan jika kita ingin bersaing dengan bangsa luar, maka jangan pernah minder dan merasa rendah diri karena sebenarnya kita semua ini sama-sama belajar, SDM Indonesia pun tidak kalah dengan SDM asing. Selain itu, jika kita merasa masih belum mampu mengejar maka jangan ragu untuk terus belajar. Misalnya bisa menggunakan cara Amati, Tiru, Modifikasi (ATM). Cara ini mudah diaplikasikan dan mampu memacu kita untuk tidak tertinggal dengan bangsa asing. Terakhir, CEO jelasin.com ini memotivasi kita agar memiliki visi yang targetnya berskala internasional, karena jika tidak demikian maka kita tidak terdorong untuk mampu bersaing di kancah dunia.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung selama lebih dari satu jam ini, kedua narasumber ini tidak henti-hentinya memberi semangat kepada para peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Karena yang namanya belajar dan mengembangkan kemampuan tidak terbatas dengan kegiatan akademik seperti kuliah saja, tetapi bisa dilakukan seumur hidup selama kita memiliki kemauan yang kuat. (rgn)

Share