Blue Goes to Bandung Part I

Kamis sore, 2 Februari 2012 lalu, HMTC ‘membirukan’ stasiun Gubeng dengan PH dan staff berjumlah 44 orang. Dengan satu gerbong kereta eksekutif Turangga yang berangkat pukul 18.00, HMTC berangkat ke Bandung. Perjalanan selama kurang lebih 14 jam itu terasa cepat. Selain karena riuhnya gerbong yang berisi rombongan HMTC, pemandangan menuju Bandung benar-benar memukau.

Tiba di Stasiun Bandung Kota keesokan harinya pada pukul 07.30, Rama C1A yang telah lebih dulu tiba di Bandung sudah menunggu. Dengan 7 mobil sewaan yang telah dipesan sebelumnya, HMTC pun beranjak ke penginapan Wisma Tut Wuri di Jalan Diponegoro, Bandung.

Dari Informatika ke Kereta Api

Kunjungan pertama HMTC pada hari Jumat, 3 Februari 2012 adalah ke Pak Endro CO3 yang kini menjabat sebagai vice president divisi IT PT KAI Indonesia. Karena keterbatasan ruangan, tak bisa semua peserta Blue Goes To Bandung dapat diterima. Ajie C19 Wakahima HMTC dan Andre C1A Kadep Hublu beserta 10 staff lain, tiba di kantor pusat PT KAI pukul 13.45. Sambutan Pak Endro cukup hangat, mengingat ini adalah kali pertama beliau mendapat kunjungan dari HMTC. Tak hanya Pak Endro, dua alumni Teknik Informatika ITS yang lain mbak Dani C15 dan mbak Ratna C15 juga ikut menyambut dengan antusias.

Acara kemudian berlanjut dengan obrolan santai seputar masa perkuliahan Pak Endro dulu di Teknik Informatika. Pak Endro menceritakan bahwa beliau dulu juga aktif dalam kegiatan di luar akademik. “Softskill itu juga penting,” begitu ujar beliau. Karena itu, beliau amat sangat mendukung kegiatan semacam kunjungan alumni yang dilakukan oleh HMTC, menurut beliau himpunan merupakan salah satu wadah mengembangkan sfotskill.

Sejak lulus tahun 1992, Pak Endro mulai bekerja di PT KAI hingga sekarang. Jabatan beliau sebagai Vice President IT Planning Service Control. Pada awal masa kerja beliau, divisi IT di PT KAI menangani berbagai hal yang masuk dalam Sistem Informasi seperti keuangan, kepegawaian dan ticketing.

Dialog pun beralih ke soal kerja sama dengan PT KAI. Pada prinsipnya, PT KAI dapat menerima mahasiwa yang hendak menjalankan kerja praktik. Untuk mengajukan permohonan kerja praktek, mahasiswa dapat mengirimkan proposal terlebih dahulu ke PT KAI. Sayangnya, menurut Pak Endro untuk kerja sama dalam bentuk sponshorship, BUMN termasuk PT KAI termasuk cukup sulit ditembus. “Tapi coba saja, siapa tahu bisa. Coba dikirim ke sekretaris perusahaan,” ujar beliau.

Di akhir kunjungan, Pak Endro berpesan agar para mahasiswa Informatika berhati-hati. Saat ini ahli IT belum tentu memiliki dasar IT. Karena itu saingan IT bukan hanya berasala dari mahasiwa Informatika. Rata-rata lulusan IT yang direkrut adalah fresh gradute, apabila sudah cukup lama lulus yang dilihat setelah itu adalah pengalaman dan skill. Selain itu, Pak Endri juga berpesan agar keterikatan alumni bisa lebih diperkuat lagi.

Share