Kajian Strategis: 7 Bulan Menuju AEC !

#kajian #strategis #kastrat #AEC

#kajian #strategis #kastrat #AEC

“If the prospect of this flattening—and all of the pressures, dislocations, and opportunities accompanying it—makes you uneasy about the future, you are neither wrong nor alone”
Begitu pernyataan Thomas L. Friedman dalam bukunya, The World Is Flat, mengenai globalisasi yang merupakan sebuah keniscayaan di dunia yang kita tinggali ini. World is flat, menurutnya adalah konsep tentang dunia yang akan menjadi semakin flat, semakin kecil, dan itu kita sadari atau tidak sedang terjadi di masa kita. Ketika orang-orang di ujung timur dan ujung barat bumi ini bisa saling berhubungan dengan mudah. Ketika orang yang tinggal di bagian paling selatan bumi ini bisa mengetahui kabar dari mereka yang tinggal di bagian bumi paling utara. Ketika seorang dari pedalaman Afrika bisa berpergian dengan mudah ke penjuru Amerika.
Ah, mungkin yang disebutkan di atas terlalu jauh bagi kita. Padahal, di depan mata kita sudah terpampang tantangan World is Flat itu sendiri: ASEAN Economic Community (AEC). Dalam AEC, seluruh anggota ASEAN harus mengimplementasi 5 hal: arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus bebas modal, dan arus bebas tenaga kerja terampil.
Sadarkah kita apa konsekuensi dari AEC ini? Yakni liberalisasi perdagangan barang, jasa, dan tenaga terampil secara bebas dan tanpa hambatan tarif dan nontarif.
Jadi, bayangkan jika suatu saat nanti ketika kita ke dokter yang melayani adalah dokter asal Vietnam, kemudian ketika kita belanja yang kita beli adalah barang Thailand, atau ketika kita bekerja atasan kita adalah orang Singapura.
Terbayang? Menurut anda apakah Indonesia sudah siap? Kira-kira apa ya dampaknya terhadap kita ?

Share