Diskusi Terbuka PTN-BH dan MWA-WM

PTNBH

Dalam rangka mempersiapkan kondusifitas Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (KM ITS) Surabaya menjelang penerapan status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) secara utuh di ITS, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS mengadakan road show ke sejumlah Himpunan Mahasiswa Jurusan di ITS. Salah satunya adalah kunjungan ke Himpunan Mahasiswa Teknik Computer-Informatika (HMTC) yang dilaksanakan pada Rabu (23/9) lalu. Acara yang dibungkus dengan model diskusi terbuka ini langsung dihadiri oleh Mentri Kebijakan Kampus BEM ITS, Ratri Berliana, yang menjadi pembicara pada kesempatan tersebut.

Diskusi Terbuka kali ini membahas mengenai PTN BH dan MWA WM (Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa). Ratri menjelaskan bahwa status PTN BH yang disandang oleh ITS sebetulnya bukanlah permintaan dari pihak kampus, akan tetapi melalui penunjukan langsung oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). ITS bersama Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Universitas Diponegoro Semarang menyusul sederet perguruan tinggi lain yang sudah terlebih dahulu mendapat status tersebut. Kemenristekdikti memandang ITS sudah saatnya berubah status menjadi PTN BH. Salah satu alasannya adalah karena para mahasiswanya sudah meraih berbagai penghargaan dalam beragam kompetisi. Diharapkan dari perubahan status ini, ITS lebih banyak berkembang dalam bidang riset.

Hal selanjutnya yang dipaparkan oleh Ratri adalah mengenai sebuah organ baru dalam birokrasi ITS yang akan segera dibentuk setelah Senat Akademik hadir terlebih dahulu. Organ tersebut bernama MWA. Saat ini yang menjadi perhatian dari Mentri Kebijakan Kampus BEM ITS ini adalah mengenai siapakah yang seharusnya menjadi Wakil Mahasiswa (WM) dalam MWA karena jumlahnya yang hanya 1 kepala. KM ITS belum memutuskan apakah Presiden BEM ITS yang akan menjadi WM, ataukah orang lain. Dari diskusi terbuka ini memang Ratri mencoba untuk menyerap sebanyak mungkin masukan dan aspirasi dari para mahasiswa ITS mengenai hal tersebut.

Ketika memasuki sesi tanya jawab, banyak tanggapan dan pertanyaan yang muncul dari para peserta diskusi. Acara yang berlangsung malam hari itu pun berlangsung hidup sepanjang pelaksanaan.

Share